RASULULLAH SAW adalah sebaik-baiknya teladan bagi kita semua. Dalam
setiap episode kehidupannya, selalu ada pelajaran yang bisa kita ambil
untuk kita terapkan dalam kehidupan. Dan di antara berbagai episode
kehidupan Rasulullah SAW itu, ada satu yang menarik, yaitu tentang salah
satu cara beliau memperlakukan orang-orang yang lemah secara ekonomi.
Suatu hari, beliau didatangi seorang lelaki yang pekerjaan utamanya
adalah mengemis. Dia tidak pernah berusaha mencari pekerjaan lain. Dari
wajahnya, Rasulullah SAW mengetahui orang itu berjiwa pesimistis, lemah,
dan tidak memiliki rasa percaya diri. Pakaiannya compang-camping dan
kondisinya sangat menyedihkan.
Melihatnya, Rasulullah SAW merasa kasihan. Nabi SAW memberinya beberapa
dirham, kemudian menyuruhnya untuk membeli kapak kecil. Nabi sendiri
yang akan membuat gagangnya.
Setelah kapak dibeli dan gagangnya selesai dibuat oleh Nabi SAW, beliau
menyuruh lelaki itu itu untuk merobohkan semua kelemahan dirinya,
membuang kebiasaan meminta-minta, serta menyuntikkan rasa percaya diri,
semangat berjuang, kerja keras, dan optimisme ke dalam jiwanya
Lelaki itu memahami dengan baik maksud dan tujuan Rasulullah SAW
memberinya kapak. Rasulullah SAW menyuruhnya pergi ke suatu desa untuk
mengumpulkan kayu bakar dan menjualnya, serta tidak datang menemui
Rasulullah SAW sebelum lima belas hari. Dengan begitu dia telah membeli
kembali harga dirinya yang telah tergadai dengan kemuliaan, kesucian,
dan harapan.
Benar saja. Setelah waktu yang ditentukan, lelaki itu datang kembali
menghadap Rasulullah SAW. Tetapi tidak seperti lelaki lima belas hari
yang lalu. Dia datang dengan pakaian yang lebih baik, dengan semangat
baru, jiwa baru, bahkan dengan postur tubuh baru. Kerut-merut dahinya
sudah hilang. Raut mukanya juga sudah berubah cerah. Kondisinya sudah
berubah sama sekali.
Sudaraku, Rasulullah SAW mampu mengubah seorang peminta-minta menjadi seorang pekerja keras dalam waktu lima belas hari.
Kisah ini memberi satu pelajaran penting bagi kaum Muslimin yang diberi
kelebihan rezeki oleh Allah SWT, bahwa cara bersedekah yang baik adalah
seperti yang dicontohkan Rasulullah SAW. Tidak dengan memberi makan yang
hanya akan habis dalam waktu beberapa jam, tetapi dengan memberi mereka
harapan dan kemampuan yang dengannya mereka akan bisa mencari makan
sendiri tanpa harus meminta-minta kepada orang lain. [mila/islampos]
Sumber: Kerajaan Al-Qur’an/Hudzaifah Ismail/Penerbit: Penerbit Almahira/2012
ConversionConversion EmoticonEmoticon