macam- macam ibadah Yang di perintahkan Allah

Ibnu Katsir radhiyallahu ‘anhu mengatakan : hanta pencipta segalah yang ada di inilah yang 

berhak dengan segala macam ibadah.

dan Macam-macam ibdah yang di perintahkan Allah Subhanahu wa Ta'ala  itu, antara lain : 

islam, Iman Ihsan, Do'a khauf (takut), Roja' (pengharapan) tawakkal, raghbah (penuh minat), 

rahbah (cemas), khusyu' (tunduk), khasyyah (takut)  inabah (kembali kepada Allah) isti'anah 

(memohon pertolongan). isti'adzah (memohon perlindungan), istighotsa (memohon 

pertolongan untuk dimenangkan atau diselamatkan), dzabh (menyembelih), nazar, dan 

macam-macam ibadah lainnya yang diperintahkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala 

Dalil dari macam-macam ibadah


  1. Dalil do'a, Allah   Subhanahu wa Ta'ala berfirman




waqaala rabbukumu ud'uunii astajib lakum inna alladziina 
yastakbiruuna 'an 'ibaadatii sayadkhuluuna jahannama daakhiriina


Dan Tuhanmu berfirman: "Berdo'alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku [1327] akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina".
[1327) Yang dimaksud dengan menyembah-Ku di sini ialah berdoa kepada-Ku.
(QS.Ghofir [40]:60)

dan diriwayatkan dalam hadits:

"Do'a itu adalah sari ibadah"
Hadits riwayat at-Tirmizi dalam Al-Jami' Ash-Shohih, kitab-Da'awat, bab I. 
   2.     Dalil khauf (takut)  Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman :




innamaa dzaalikumu alsysyaythaanu yukhawwifu awliyaa-ahu falaa
  takhaafuuhum wakhaafuuni in kuntum mu/miniin



Sesungguhnya mereka itu tidak lain hanyalah syaitan yang menakut-nakuti (kamu) dengan kawan-kawannya (orang-orang musyrik Quraisy), karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepadaKu, jika kamu benar-benar orang yang beriman.
( QS. Ali Imron [3] : 175)

3.     Dalil roja’ (pengharapan) Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman :



qul innamaa anaa basyarun mitslukum yuuhaa ilayya annamaa ilaahukum ilaahun waahidun faman kaana yarjuu liqaa-a rabbihi falya'mal 'amalan shaalihan walaa yusyrik bi'ibaadati rabbihi ahadaan

Katakanlah: Sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: "Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan yang Esa". Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya".

(QS. Al-Kahfi [18] :110)

4.    Dalil tawakkal (berserah diri) Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman :

 



qaala rajulaani mina alladziina yakhaafuuna an'ama allaahu 'alayhimaa udkhuluu 'alayhimu albaaba fa-idzaa dakhaltumuuhu fa-innakum ghaalibuuna wa'alaa allaahi fatawakkaluu in kuntum mu/miniina
Berkatalah dua orang diantara orang-orang yang takut (kepada Allah) yang Allah telah memberi ni'mat atas keduanya: "Serbulah mereka dengan melalui pintu gerbang (kota) itu, maka bila kamu memasukinya niscaya kamu akan menang. Dan hanya kepada Allah hendaknya kamu bertawakkal, jika kamu benar-benar orang yang beriman".
(QS. Al-Mu’idah [5]: 23)
  
5.    Dalil raghbah (penuh minat), rahbah (cemas) dan khusyu’ (tunduk);
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman :



faistajabnaa lahu wawahabnaa lahu yahyaa wa-ashlahnaa lahu zawjahu innahum kaanuu yusaari'uuna fii alkhayraati wayad'uunanaa raghaban warahaban wakaanuu lanaa khaasyi'iina

Maka Kami memperkenankan do'anya, dan Kami anugerahkan kepada nya Yahya dan Kami jadikan isterinya dapat mengandung. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdo'a kepada Kami dengan harap dan cemas [971]. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu' kepada Kami.
(QS. Al-Anbiya [21]:90)
 Penjelasan 
 971 Maksudnya: mengharap agar dikabulkan Allah doanya dan khawatir akan azabnya.

6.    Dalil khasyyah (takut) : Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman :



wamin haytsu kharajta fawalli wajhaka syathra almasjidi alharaami wahaytsu maa kuntum fawalluu wujuuhakum syathrahu li-allaa yakuuna lilnnaasi 'alaykum hujjatun illaa alladziina zhalamuu minhum falaa takhsyawhum waikhsyawnii wali-utimma ni'matii 'alaykum wala'allakum tahtaduuna

Dan dari mana saja kamu (keluar), maka palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu (sekalian) berada, maka palingkanlah wajahmu ke arahnya, agar tidak ada hujjah bagi manusia atas kamu, kecuali orang-orang yang zalim diantara mereka. Maka janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku (saja). Dan agar Ku-sempurnakan ni'mat-Ku atasmu, dan supaya kamu mendapat petunjuk.
(QS. Al-Baqoroh [2] : 150)


7.      Dalil inabah ( Kembali kepada Allah):
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman :



wa-aniibuu ilaa rabbikum wa-aslimuu lahu min qabli an ya/tiyakumu al'adzaabu tsumma laa tunsharuuna


Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).
(az-Zumar[39]:54)









 



Previous
Next Post »